Sabtu, 18 September 2010

HZ’s Cyber Library

Sifat Sholat Nabi
Ringkasan Sholat Beserta Dalil
Hizra Zahendra
http://www.scribd.com/doc/22746994/Sifat-Sholat-Nabi-ringkasan
http://www.scribd.com/doc/22746994/Sifat-Sholat-Nabi-ringkasan

RAMUAN OBTRA UNTUK MENGATASI ASAM URAT

Beberapa ramuan yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi gangguan
asam urat adalah  :
1. Cuci bersih dan rebus sambiloto kering 10 gram, rimpang temulawak kering 10
gram, komfrey 5 - 10 gram, dan buah lada 1 gram dengan 5 gelas air hingga
tersisa 3 gelas, diminum 3 kali satu gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2
jam setelah makan.
2. Cuci bersih 10 gram daun kumis kucing kering atau 20 gram basah, 10 gram
meniran kering atau 20 gram basah, 10 gram sawi tanah kering atau 20 gram
basah, 15 gram jahe merah kering atau 30 gram basah, dan 10 gram kapulaga
kering. Memarkan jahe merah dan gabung dengan bahan yang lain, rebus dalam
satu liter air hingga tersisa setengahnya. Minum pagi, siang dan sore hari, masing-
masing ¾ gelas (150 ml) atau minum dua kali sehari masing-masing 200 ml.
3. Rebus 15 - 30 gram herba kering atau 30 – 60 gram herba basah sidaguri
dengan 3 gelas air sampai tersisa setengahnya, minum 3 kali sehari masing-
masing ½ gelas. Jika menggunakan akar, dosisnya 10 – 15 gram.
4. Rebus 10 – 15 lembar daun salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air
sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
5. Ambil 5 -7 potong akar anting-anting (segar ataupun kering), rebus dengan 2
gelas air hingga tersisa satu gelas, setelah dingin minum sekaligus. Lakukan 2 -3
kali sehari.
6. Untuk borehan, gunakan daun gandarusa segar 40 gram, daun kemangi segar
30 gram, kencur segar 30 gram, jahe merah segar 30 gram, daun encok segar 30
gram, dan beras 40 gram. Rendam beras selama 3 – 4 jam. Cuci semua bahan,
tumbuk/lumatkan, lalu campur dengan beras yang telah ditumbuk. Setelah bahan
tercampur dan lembut, tempatkan dalam wadah dan borehkan ramuan pada bagian
yang sakit secukupnya. Lakukan pengobatan dua kali sehari, pagi dan sore.
* 6 bulan lalu 
materi referensi: Media sehat
ASAM URAT TINGGI (normal: L: 3,4-7,0 mg/dl, P: 2,4-5,7 mg/dl
Asam urat dapat menimbulkan rematik/encok, sakit sendi lutut, pinggang,
punggung, pinggul, pundak, bahu, mengganggu prostat, saluran dan
kandung kemih, darah tinggi, menimbulkan batu ginjal, gagal ginjal,
dapat memicu jantung koroner dan diabetes mellitus/kencing manis.
GEJALANYA:
Badan pegal-pegal, sakit otot, sakit persendian lutut, pinggang,
punggung, pinggul, pundak, bahu dan sering buang air kecil.
RAMUAN PENGOBATAN:
Meniran (semua bagian), kumis kucing (daun), lengkuas (umbi), jahe
(umbi), salam (daun), alpokat (daun), sambiloto (daun), alang-alang
(akar), pegagan (daun), buah merah (sari buah), seledri (daun dan
batang), tempuyung (daun), pare (buah), daun sendok (biji). Perbanyak
minum air putih, minimal 8 gelas sehari.
MAKANAN PANTANG:
Menghindari makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan, otak,
daging sapi/kambing/kerbau, lemak, gorengan, emping, melinjo, kangkung,
bayam, es, alkohol, durian, udang, kepiting, cumi-cumi dan teri.

Jumat, 17 September 2010

TANAMAN OBTRA

Sambiloto ( Adrographis panniculata )
Aslinya merupakan tanaman dari India . Di beberapa daerah sambiloto dikenal
juga dengan nama papaitan, ki peurat, bidara, kayu mas, lang, ki pait, sampiroto,
atau ki oray. Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavanoid, alkane, keton,
aldehid dan juga beberapa mineral seperti kalsium, kalium dan natrium. Rasanya
pahit, namun tanaman ini dikenal sebagai antiradang, penghilang nyeri atau
analgetik, dan juga penawar racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah
seluruh tanaman.
Sidaguri ( Sida rhombifolia )
Dikenal dengan nama daerah guri, siliguri, kahindu, sadagori, otok-otok atau
bitumu. Kandungan kimia yang sudah diketahui adalah alkaloid, kalsium oksalat,
tannin, saponin, fenol, asam amino, minyak atsiri, zat phlegmatic untuk
ekspektoran, dan lubrikan. Akarnya mengandung alkaloid, steroid dan aphredine.
Sidaguri memiliki rasa manis, sedikit panas dan sejuk. Dalam pengobatan,
sidaguri digunakan sebagai antiradang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit.
Bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.
Daun salam ( Eugenia polyanta )
dikenal masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman
yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan nusantara. Daun salam
rasanya kelat dan bersifat astringent. Senyawa-senyawa seperti minyak atsiri,
tannin dan flavonoid banyak terdapat dalam daunnya. Untuk pengobatan memang
daunnya lah yang paling banyak digunakan, tetapi akar, kulit dan buahnya pun
berkhasiat sebagai obat.
Kumis kucing ( Orthosiphon aristatus )
Juga telah lama dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu
saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit, dulunya banyak tumbuh di selokan
dan anak sungai, namun sekarang tak sedikit orang yang gemar menanamnya di
pekarangan rumah. Garam kalium dalam tanaman ini memang berkhasiat
melarutkan batu ginjal, karenanya banyak digunakan sebagai obat penghancur
batu. Kandungan sinsetin-nya bersifat sebagai antibakteri, dan tanaman ini juga
mengandung senyawa orthosiphonin kumis kucing
glikosida. Sifat diuretik tanaman ini berguna untuk membantu tubuh membuang
kelebihan asam urat lewat urin.
Meniran ( Phyllanthus niruri )
Saat ini terkenal sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan
tubuh. Meniran juga dikenal dapat membersihkan hati, sebagai antiradang, pereda
demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh haid, menjernihkan penglihatan,
serta menambah nafsu makan. Seperti halnya kumis kucing, sifat diuretiknya-lah
yang digunakan untuk mengobati asam urat.
Karena akarnya – entah kenapa – disenangi kucing, maka tanaman anting-anting (
Acalypha indica ) sering juga disebut kucing-kucingan atau akar kucing. Orang
Sunda mengenalnya sebagai rumput kokosan. Rasanya pahit, sejuk dan bersifat
astringen. Herba ini berkhasiat sebagai antiradang, antibiotik, peluruh kencing,
pencahar dan penghenti perdarahan. Umumnya orang menggunakan bagian
akarnya untuk menangani penyakit asam urat. anting-anting.

http://www.scribd.com/doc/4805778/Asam-Urat-dan-Obat-Tradisional-Indonesia

Daun Salam Untuk Obat Asam Urat

Daun Salam Untuk Obat Asam Urat
February 1st, 2006
Daun salam biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu
dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di
pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter.
Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan
ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang dipakai sebagai bumbu,
kulit pohonnya biasa dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu.
Perbanyakan tumbuhan ini bisa dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek.
Menurut Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat:
Rempah, Rimpang, dan Umbi, pohon salam memiliki berbagai khasiat obat yang dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pohon salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi,
melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan
lain-lain. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin,
dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit
batang, akar, dan buah.
Mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga
tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Mengatasi stroke, 10 lembar
daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.
Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk
melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus
dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak
dua kali sehari.
Mengatasi radang lambung, 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula
batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya
diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.
Untuk obat diare, 7 lembar daun salam direbus dengan 200 cc air selama 15 menit,
tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum. Ramuan
lainnya, 7 lembar daun salam, 10 lembar daun jambu biji, 10 gram jahe, dan 1 buah kulit
delima putih, dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 200 cc air matang, disaring,
lalu diminum.
Mengatasi gatal-gatal, daun atau kulit batang atau akar dicuci bersih lalu digiling hingga
halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian balurkan pada bagian yang
sakit.
Sebagai obat kencing manis, 7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan
600 cc air sampai tersisa 200 cc. Setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali
sehari.
 
Sumber : http://www.scribd.com/doc/4805778/Asam-Urat-dan-Obat-Tradisional-Indonesia