Minggu, 19 September 2010

Antibiotik Kacaukan Perut Anda

WASHINGTON, Peran antibiotik yang ampuh membunuh kuman tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena nyatanya, mengonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan mikroba baik yang hidup di dalam usus sehingga menyebabkan kondisi kesehatan menjadi tak terduga.

Berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS, terhadap pasien yang diberi ciprofloxacin terungkap bahwa antibiotik yang dikonsumsi menekan semua populasi bakteri menguntungkan. Setidaknya setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mendukung kebijaksanaan yang mengatakan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup di tubuh. Penelitian ini juga mendukung pentingnya pengembangan produk probiotik, termasuk yoghurt yang mengandung bakteri hidup.

Dalam riset selama sekitar 10 bulan, para ahli melibatkan tiga perempuan relawan dengan memberikan tablet antibiotik. Pemberian obat dilakukan dalam dua fase dengan setiap fase berlangsung selama lima hari. Kemudian, para peneliti melakukan tes DNA pada sampel tinja dari para relawan untuk menentukan jenis mikroba yang hidup dalam usus.

"Hasilnya, efek ciprofloxacin pada mikrobiota usus sungguh pesat. Selama sepekan setelah pemberian antibiotik, mereka kembali pada kondisi awal, tapi tidak sepenuhnya lengkap," kata Dethlefsen.

Hasil studi lain juga mendukung gagasan bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan simbiosis dengan kuman. Mikroba dalam usus membantu mencerna makanan dan kuman baik dapat membuat jarak sehingga kuman buruk menjauh. "Distal usus manusia adalah salah satu ekosistem paling kompleks di planet ini," ungkap Dethlefsen.

Mematikan mikroba dapat memicu obesitas dan kemungkinan alergi. Riset lain juga menemukan bahwa Lactobacillus reuteri yang ditemukan dalam ASI dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.

Beberapa studi terbaru juga menemukan bakteri tertentu menyebabkan radang yang dapat memengaruhi nafsu makan serta kondisi peradangan usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis.

Menurut Dethlefsen, membunuh populasi bakteri dalam tubuh secara teratur dapat membantu mendorong penyebaran bakteri super yang resisten terhadap obat-obatan.

"Salah satu potensi percabangan yang dapat mengubah manusia adalah menambah gen yang kebal terhadap antibiotik. Setiap penggunaan antibiotik sama halnya seperti melempar dadu karena berpotensi memunculkan strain jahat yang mengganti bakteri baik," tandasnya.
(Sumber : KompasHealth)
 http://www.ikatanapotekerindonesia.net/berita-farmasi/22/1574.html

 

Kopi Kurangi Risiko Kanker Prostat


Sejalan dengan bertambahnya usia seorang pria, prostat yang semula berkelakuan baik pelan-pelan dapat berubah menjadi kelenjar pembawa derita karena menjadi mudah terinfeksi dan terkena penyakit, termasuk kanker.Meski begitu, banyak ahli percaya kita bisa mengurangi kemungkinan dan memperkecil risiko penyakit tersebut lewat perubahan pola makan dan gaya hidup.

Para ahli dari Harvard Medical School dalam presentasinya di konferensi American Association for Cancer Research di Houston, AS, mengatakan bahwa pria yang rutin minum kopi risikonya terkena kanker prostat berkurang hingga 60 persen bila dibandingkan dengan pria yang tidak minum kopi.

Meski para ahli menyatakan masih terlalu dini untuk merekomendasikan para pria agar mulai minum kopi, hasil studi tersebut cukup meyakinkan.

"Faktor gaya hidup telah terbukti secara konsisten berkaitan dengan risiko kanker prostat, oleh sebab itu sangat melegakan bila hasil studi ini diperkuat dengan studi lainnya," kata Kathryn M Wilson, Ph D, dari Channing Laboratory, Harvard Medical School.

Dalam studinya, Wilson menganalisis informasi dari hasil studi Health Professionals Follow-Up Studi yang melibatkan lebih dari 50.000 pria peminum kopi mulai dari tahun 1986 hingga 2006. Selama masa studi tersebut, 4.975 pria mengalami kanker prostat.

Berdasarkan analisis studi, diketahui pria yang mengonsumsi kopi cukup banyak (lebih dari enam cangkir per hari) memiliki risiko 59 persen lebih rendah terkena kanker prostat agresif atau fatal dibandingkan dengan nonpeminum kopi.

Namun, peneliti studi ini menekankan bahwa bukan hanya kafein yang bermanfaat untuk pencegahan kanker prostat. Studi juga menemukan pria yang minum kopi tanpa kafein juga memiliki risiko yang lebih rendah.

Menurut Wilson, kopi mengandung berbagai komponen yang penting, seperti antioksidan dan mineral yang mungkin berperan penting untuk mencegah kanker prostat. "Kopi memiliki efek pada insulin dan metabolisme glukosa yang memegang peran penting dalam kanker prostat," katanya.

9 Kiat Hindari Kanker Prostat

Kanker prostat memang menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para pria, akan tetapi menurut penelitian, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat. Mau tau?

Makanlah lebih banyak makanan rendah lemak, tinggi serat, atau makanan yang mengandung asam lemak omega- 3, seperti produk kacang- kacangan contohnya tahu sutra dan kacang kedelai, tomat dan makanan yang mengandung saus tomat, sayur - sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kol serta ikan salmon, tuna dan sarden.

Para peneliti juga menemukan cara - cara lain untuk membantu mengurangi resiko kanker prostat seperti meminum segelas anggur merah atau teh hijau, serta suplemen seperti vitamin D dan E serta selenium.

Usia di atas 50 tahun memang merupakan salah satu faktor resiko untuk kanker prostat. Lebih dari 65 persen dari seseorang yang baru didiagnosa kanker prostat berusia 65 tahun keatas. sebagai tambahan 90 persen dari kematian karena kanker prostat terdapt pada usia pria diatas 65,4 tahun.

Mari kita lihat beberapa faktor berikut ini yang bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat :
Memperbaiki keadaan kesehatan umum, jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun - racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 - 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
Kurangi minum alkohol.
Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
Kurangi konsumsi daging - dagingan dan lemak
Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran.

(Sumber : IT Website disadur dari Kompas)
http://www.ikatanapotekerindonesia.net/farmasi-komunitas/seputar-obat-obatan/1355-vaksin-kanker-prostat-disetujui.html

Vaksin Kanker Prostat Disetujui

Vaksin Kanker Prostat Disetujui
NEW YORK, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyetujui penggunaan "vaksin " untuk melawan kanker prostat. Provenge, nama vaksin itu, didesain dengan mengaktifkan sistem imun tubuh untuk menangkal kanker dalam tubuh.


Dosis vaksin ini dibuat secara individual pada tiap pasien. Para ahli mengatakan, terapi ini tidak bertujuan untuk menggantikan, namun sebagai tambahan dari penanganan kanker prostat yang sekarang ada. Vaksin ini ditujukan untuk pasien kanker stadium lanjut yang kankernya telah menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak merespon pada terapi hormon standar.

Uji klinis menunjukkan, vaksin terbaru ini mampu memperpanjang usia harapan hidup pasien hingga empat bulan, lebih panjang daripada kemoterapi yang memperpanjang usia tiga bulan. Sayangnya harga vaksin ini masih mahal, yakni sekitar 93 juta rupiah per pasien.
"Ini adalah imunoterapi pertama yang mendapat persetujuan. Diperkirakan dalam 5-10 tahun lagi imunoterapi akan menjadi terapi utama penanganan kanker," kata Dr Phil Kantoff, ahli kanker dari Dana-Farber Cancer Institute.

Selama bertahun-tahun, para ahli terus mendalami kemungkinan sistem imun manusia untuk melawan tumor. Salah satu yang cukup menjanjikan adalah ujicoba vaksin untuk menghambat melanoma, stadium lanjut dari bentuk perkembangan tumor menjadi kanker.

Kanker prostat sangat umum dialami pria di AS. Bertambahnya usia juga meningkatkan risiko kanker prostat. Diperkirakan pada usia 50 tahun, satu dari empat pria memiliki sel kanker dalam kelenjar prostatnya. Ada beberapa cara penanganan kanker prostat, biasanya dokter akan menyarankan kombinasi pembedahan yang dilanjutkan dengan terapi radiasi dan hormon.
Obat Penghambat Kanker Prostat
Sebuah uji coba obat untuk mengatasi masalah pembesaran prostat pada pria ternyata efektif mencegah penyakit itu berkembang menjadi kanker.

Empat tahun masa percobaan obat dutasteride yang melibatkan 6.500 pria itu menunjukkan, mereka yang meminum dutasteride risikonya 23 persen lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan dengan yang minum pil plasebo.

Semua responden dalam penelitian itu berisiko tinggi terkena kanker. Sebenarnya, potensi obat jenis ini sebelumnya sudah diketahui mencegah kanker prostat. Pada tahun 2003, para ilmuwan menunjukkan obat sejenis, finasteride, yang mampu mengurangi risiko kanker hingga seperempat pada pria sehat yang memiliki tumor agresif.

Kedua jenis obat tersebut, finasteride dan dutasteride, diresepkan oleh dokter untuk pria yang mengalami pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak. Pembesaran kelenjar prostat umum dialami oleh pria yang sudah menua dengan gejala berupa sering buang air kecil dan sakit saat berkemih.

Pada uji coba obat terakhir yang dilakukan GlaxoSmithKline, produsen dutasteride, diketahui para pria berisiko tinggi terkena kanker, berdasarkan hasil tes darah, tetapi penyakitnya tidak berkembang menjadi kanker.

Selama penelitian, setiap hari para responden diberikan dutasteride atau plasebo. Dalam kurun waktu riset ini, sebanyak 659 pria meminum obat terkena kanker prostat dan 858 pria dari kelompok yang diberi pil plasebo.

Pada pria yang punya riwayat keluarga menderita kanker prostat, obat itu disebutkan mengurangi risiko kanker hingga 31 persen. Para peneliti yakin, kebanyakan tumor yang terdeteksi selama penelitian sebelumnya mungkin sudah ada, tetapi ukurannya kecil sehingga belum bisa terdeteksi.

Kendati obat ini berpeluang menjadi obat pencegah kanker, para ahli berpendapat bahwa masih diperlukan penelitian lebih lama lagi. "Tentu kami belum tahu apa yang akan terjadi dengan para responden di kemudian hari, apakah mereka akan terkena kanker atau tidak. Itu sebabnya, butuh waktu lebih panjang lagi," kata Dr Helen Rippon, ketua peneliti dari The Prostate Cancer Charity, Inggris, menanggapi hasil penelitian ini.

Kenali 10 Tanda Dini Kanker Prostat

Kanker prostat adalah salah satu dari 10 penyakit tersering yang menimpa pria. Sayang, para pria kerap tidak sadar dengannya sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi.

Bisa jadi ini akibat terlalu banyaknya gejala yang ada. Setidaknya, ada cara mengenali gejala kanker prostat. Mari kita lihat tanda-tanda berikut ini :

1. Sulit berkemih

Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.

2. Nyeri saat berkemih

Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

3. Keluar darah saat berkemih

Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.

4. Sulit ereksi atau menahan ereksi

Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

5. Darah pada sperma

Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai

6. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

7. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas

Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan.

8. Sering berkemih di malam hari

Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

9. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat

Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

10. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko

Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

(oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti)

Pria Mandul Berisiko Kanker Prostat

Pria yang sudah dipastikan mandul diyakini berisiko lebih besar menderita kanker prostat progresif, demikian menurut riset yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer. Hasil studi ini menambah bukti dampak kesehatan jangka panjang pada infertilitas.

Studi terakhir mengamati rekam jejak 22.562 pria yang dievaluasi mengalami kemandulan antara tahun 1967 hingga 1998 pada 15 klinik kesuburan di California, Amerika Serikat. Menggunakan model matematika, tim peneliti dari University of California, AS, membandingkan data mengenai usia dan geografi dengan sampel dari populasi umum.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang dipastikan mandul memiliki risiko hingga tiga kali lipat untuk terkena kanker prostat progresif dibandingkan dengan pria yang tidak mandul. Secara khusus, studi juga menunjukkan ukuran cairan mani (semen) yang tidak normal merupakan sinyal tingginya risiko kanker, bahkan 10 tahun sebelum kanker didiagnosis.

Hasil studi ini merekomendasikan para pria yang kurang subur untuk melakukan skrining secara berkala, bahkan di usia lebih muda untuk mencegah kanker prostat.

Para ahli menyebutkan hubungan antara kemandulan pada pria dan kanker prostat memang masih bersifat spekulatif, tetapi hasil studi ini menguatkan penelitian sebelumnya yang mengaitkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang pada pria yang infertil.

Tahun lalu, jurnal The Archieves of Internal Medicine melaporkan hasil penelitian berskala besar yang menunjukkan tingginya risiko kanker testikel pada pria yang punya riwayat mandul.

Studi lain menyebutkan, ketika sel membelah dan memperbarui diri, pria yang infertil tidak bisa memperbaiki kesalahan pada DNA, seperti halnya pada pria yang subur. Ketidakmampuan tubuh dalam memperbaiki DNA berkaitan dengan timbulnya penyakit di masa mendatang, misalnya kanker.


Faktor Genetik Sebabkan Kanker Prostat

Di Amerika, kanker prostat paling banyak diderita di antara jenis kanker lain. Penyebabnya adalah faktor genetik, sebagian besar beretnis Amerika-Afrika.

"Benar, kanker prostat terkait dengan faktor genetik," kata dr Rachmat B Santoso SpU dari Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di RS Dharmais, Jakarta, Selasa (12/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika ayah atau paman terkena kanker prostat, maka keturunan laki-laki terdekatnya akan 2,87-4,5 kali lebih besar terkena kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang ayah atau pamannya tidak mempunyai kanker prostat.

Di Indonesia, tambahnya, kanker prostat menjadi penyebab terbanyak keempat penyakit kanker. "Sedangkan yang datang ke rumah sakit 70 persen di antaranya sudah mencapai stadium empat," ungkapnya.

Untuk mereka yang secara genetik berisiko terkena kanker prostat, Rachmat menyarankan supaya mereka melakukan deteksi dini sesering mungkin. "Sejak umur 40 tahun harus mulai dideteksi. Dan sering," katanya.

Di RS Dharmais biaya deteksi kanker ini Rp 300.000-Rp 400.000.
(Sumber : IT Website disadur dari Kompas)
http://www.ikatanapotekerindonesia.net/farmasi-komunitas/seputar-obat-obatan/1355-vaksin-kanker-prostat-disetujui.html

Lowongan Dokter Spesialis

Sehubungan dengan telah beroperasional Rumah Sakit kami, maka kami membutuhkan tenaga dokter spesialis berikut :

1. Spesialis Penyakit Dalam (Internist)

2. Spesialis Kebidanan & Kandungan (OBGYN)
3. Spesialis Anak (Pediatrician)

Yang akan di tempatkan / bekerja di RS SOHC 24 jam (Surgery Hospital & Occupational 
Health Clinic), Alamat : Jl Yos Sudarso IV No 1, Sengatta, Kaltim . Kota Sengatta, Kutim sekitar 4 jam perjalanan darat dari Samarinda (Ibu kota propinsi).
Adapun benefit atau ketentuan kerjasama yang kami tawarkan adalah :
1. Gaji pokok Rp 2.500.000,- / bulan.
2. Pembagian jasa praktek adalah 80 % untuk dokter dan 20 % untuk pihak Rumah sakit. Prosentase ini berlaku pula untuk pembagian jasa visite pasien di Rumah
sakit. Adapun (Tarif layanan praktek spesialis untuk umum adalah Rp 75.000 –
85.000).
3. Bonus untuk pelayanan jasa laboratorium & roentgen adalah 10 % kepada dokter masing – masing yang meresepkan. 
4. Pembayaran gaji tiap tanggal 6 bulan berikutnya.
5. Jam praktek wajib di Rumah sakit kami adalah :
a. Pagi jam 08.00 – 12.00 dan Sore jam 17.00 – hingga selesai (Pendaftaran di tutup jam 21.00).
b. Hari praktek : Hari Senin hingga Sabtu, hari minggu dan hari merah libur.
c. Untuk pasien yang perlu rawat inap wajib di rujuk / di rawat di Rumah sakit kami.

6. Disewakan fasilitas akomodasi = 1 kamar tiap dokter di penginapan (atau
diberikan uang akomadasi Rp 500.000, - / bulan).
7. Baju di cuci dan di setrikakan oleh pegawai Rumah Sakit / pegawai penginapan.8. Disediakan makan 2 x per hari kerja (Atau di berikan uang konsumsi Rp 6 00.000/ bulan).
9. Disediakan fasilitas sarana transportasi 1 sepeda motor tiap dokter.
10. Disediakan fasilitas tiket pesawat PP dari kota asal ke Bali kpapan 1 x / tahun.

Demikian penawaran kami, atas perhatiannya di sampaikan terimakasih.
Untuk yang berminat bisa menghubungi nomor hape dibawah.


Salam,
Uce Prasetyo
Manager (HP : 0812 5837 360)
Partner Link :Glucose Monitor